Al Qur’an adalah kitab Allah yang apabila kita membacanya bernilai ibadah. Ya memang benar, sungguh bernilai ibadah. Bayangkan ketika kita membaca satu huruf dalam Al Qur’an, nilainya sepuluh kebaikan. Hal ini sebagaimana  digambarkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam:
” Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan dibalas menjadi sepuluh kebaikan. Tidaklah aku mengatakan alif laam miim satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf “. (HR. At Tirmidzi)

Subhaanallah begitu besar pahala yang didapat. Rugi sungguh rugi orang yang menyia-nyiakan kesempatan baik itu. Banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk membaca majalah, koran, bulletin sampai dengan halaman terakhir dibacanya. Akan tetapi terhadap kitab sucinya. sebaliknya, bertolak belakang. Dia enggan untuk membaca, mentadabburi, bahkan mengamalkannya.

Coba kita lihat beberapa hadits berikut, gambaran betapa beruntungnya orang yang membaca Al Qur’an:

” Bacalah Al Qur’an, karena Al Qur’an akan datang padanya pada hari kiamat memberikan syafaat kepadanya”.(HR. Muslim)

” Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya “.(HR. Bukhari) 

” Dikatakan kepada Shahibil Qur’an: ” Bacalah dan naiklah. Bacalah dengan tartil sebagaimana kamu baca di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu (di surga) di akhir ayat yang kamu baca”.(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Dan sungguh rugi dan celaka orang yang melalaikan dalam membacanya. Lihatlah peringatan Nabi ini:

” Sesungguhnya Allah mengangkat suatu kaum dengan sebab Kitab ini (Al Qur’an)  dan menyia-nyiakan suatu kaum juga dengannya.” (HR. Muslim)

” Sesungguhnya orang yang tidak ada di rongga mulutnya sesuatu dari Al Qur’an (tidak menghapalkannya) itu seperti rumah yang roboh”. (HR. At Tirmidzi)

Nah jelas bukan! Betapa beruntungnya orang yang membaca Al Qur’an dan ruginya orang yang meninggalkannya. Karenanya bersiap-siaplah untuk  membacanya dan sekaligus berusaha untuk mengakhatamkannya (selesai membacanya dari surat Al Fatihah s.d. An Naas). Kita bisa mengkhatamkannya dalam sebulan, tujuh hari, bahkan dalam waktu tiga hari.Terserah Anda!

Subhaanallah, coba bayangkan betapa banyak pahala yang akan didulang sang hamba ketika dia mampu mengkhatamkannya. Sementara Al Qur’an itu terdiri dari 30 Juz dan 114 surat.

Kalkulasi singkat seperti ini: ketika kita membaca Bismillaahirrahmaanirrahiim. Berapa huruf yang kita baca? Ternyata ada 19 huruf. Kalau dikalikan 10 kebaikan/pahala. Berapa hasilnya……..? Bagaimana jika kita mampu menyelesaikan membacanya sampai akhir surat. Subhaanallah. Besar, besar, dan sungguh besar sekali pahalanya.

Berikut ini kiat dalam mengkhatamkan Al Qur’an:

A. Khatam Dalam Tiga Hari

Perinciannya adalah sebagai berikut:
1. Setiap hari 10 Juz. Dengan hitungan sehari semalam yang terdiri dari 5 (lima) waktu masing-masing  kita baca 2 (dua) Juz Al Qur’an. Kalikan lima. Hasilnya 10 Juz.
2. Begitu selanjutnya kita lakukan dalam waktu 3 (tiga) hari.
3. Maka hasil yang didapat 30 Juz dalam waktu yang cukup singkat, hanya tiga hari.

Catatan penting: waktu tiga hari ini adalah yang tercepat, kurang dari itu tidak disukai. Karena dikhawatirkan kita tak mampu untuk mentadabburi, memahami serta merenungi ayat demi ayat sehingga apa yang dibaca tak sejalan dengan tujuan dari membaca Al Qur’an itu sendiri.

B. Khatam Dalam  Tujuh Hari.

1. Hari Pertama: baca Surat Al Fatihah, Al Baqarah, dan Ali ‘Imran
2. Hari Kedua: baca surat An Nisa sampai dengan (s.d.) At Taubah
3. Hari Ketiga: baca surat Yunus s.d. An Nahl
4. Hari Keempat: baca surat Al Isra s.d. Al Furqan
5. Hari Kelima: baca surat Asy Syu’ara s.d. Yasin
6. Hari Keenam: baca surat Ash Shafat s.d. Al Hujurat
7. Hari Ketujuh (terakhir): baca surat Qaaf s.d. surat An Nas

C. Khatam Dalam Sebulan

1. Bacalah Al Qur’an setiap waktu dua lembar mushhaf (dalam Islam ada lima waktu shalat). Jadi 2 lembar x 5 waktu = 10 lembar = sebanding dengan 1 juz Al Qur’an.
Catatan: rata-rata satu juz itu terdiri dari sepuluh lembar.

2. Lakukan hal itu selama 30 hari, maka kita telah menyelesaikan membaca kitab suci ini dalam sebulan.

3. Jika kita tidak sanggup mengisi di setiap waktu, maka lakukan di waktu yang lain. Misalnya kita tidak bisa membaca Al Qur’an selesai shalat Dhuhur. Maka ganti di waktu Ashar dengan menambah menjadi 4 lembar. Begitu seterusnya.

Itulah 3 (tiga) cara mengkhatamkan Al Qur’an. Semoga kita semua lebih bersemangat lagi dalam membacanya, mentadabburi, serta berusaha semaksimal mungkin dalam mengamalkannya.
Selamat mencoba dan semoga Allah memudahkan jalan bagi kita. Amiin.

Advertisements